Mental Health dan Game Online

    Perkembangan zaman yang cepat saat ini merupakan hal yang sudah biasa di masyarakat. Perkembangan zaman ini juga termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin hari semakin pesat. Perkembangan IPTEK yang pesat ini membuat banyak perubahan di bidang teknologi, salah satunya di bidang game online, baik itu game untuk pc, smartphone, konsol, maupun platform game lainnya. Kali ini saya akan membahas kaitan antara game online dan kesehatan mental penggunanya.

    Online  game  adalah  suatu  jenis permainan  yang  menggunakan  perangkat elektronik seperti komputer atau perangkat khusus  yang  biasa  digunakan  untuk bermain game (game console). Permainan ini  juga  menggunakan  jaringan  internet, sehingga para pemain di seluruh dunia bisa bermain  bersama  dalam  waktu  yang bersamaan.

    Siapapun yang pernah bermain game online, termasuk saya sendiri, pastinya bisa merasakan kesenangan atau kebahagiaan tersendiri ketika memainkannya, apalagi ketika kita memainkan game tersebut bersama dengan teman-teman dekat kita. Keseruan dalam bermain game online bersama teman ini memang merupakan momen yang benar-benar dinikmati oleh para pemainnya. Hal-hal seperti bisa berinteraksi dengan orang lain yang jauh dari game, bisa bercanda dengan orang lain dalam game, merupakan hal yang ’menyenangkan’ bagi para gamers. Namun, hal ini juga bisa mengakibatkan efek buruk bagi para pemainnya, yaitu berupa kecanduan terhadap online game.

    Gejala  kecanduan  online  game meliputi bermain game hampir setiap hari dalam  waktu  yang  lama,  tidak  bisa beristirahat atau menjadi irritable jika tidak sedang  bermain  game,  mengorbankan hubungan  sosial  demi  bermain  game, keasyikan   dengan   bermain   game, kehilangan  ketertarikan  dengan  aktivitas lain, menggunakan game sebagai tempat pelarian,  dan  terus  bermain  game  tanpa memperdulikan konsekuensinya. Jika kita mengalami hal-hal tersebut bisa dikatakan kita mengalami kecanduan game online.

    Organisasi kesehatan dunia yaitu WHO (World Health Organization) menetapkan bahwa kecanduan game atau game disorder sebagai salah satu gangguan mental. Hal tersebut dapat dikonfirmasi setelah WHO menambahkan kecanduan game ke dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD). Berkaitan dengan kecanduan game, WHO memasukkannya ke daftar “disorder due to addictive behavior” atau penyakit yang disebabkan kebiasaan atau kecanduan.

    Salah  satu  gangguan  mental  yang dapat  terjadi  pada  pecandu  online  game adalah  depresi.  Depresi  dapat  menjadi faktor resiko seseorang menjadi pecandu online  game,  tetapi  juga  dapat  menjadi akibat dari kecanduan online game. Orang yang depresi sering kali merasa putus asa dengan  kehidupannya.  Bermain  game menjadi salah satu bentuk pelarian, karena dengan  bermain  game,  dapat  melupakan semua  masalah  dan  beban  hidup yang mereka miliki.  Hal ini yang menyebabkan depresi dapat menjadi faktor  resiko  kecanduan  online  game.

    Dilihat dari hal tersebut, bermain game disebut sebagai gangguan mental jika merusak atau mengganggu kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, dan pekerjaan dari pemainnya. Pernyataan tersebut merupakan pernyataan yang disebutkan oleh WHO sehingga pernyataan tersebut dapat dipercaya. Bermain game memang dapat dijadikan refreshing ketika kehidupan kita sedang ada masalah, tetapi jika hal tersebut bisa membuat kita menjadi kecanduan, kita sebaiknya harus berhati-hati dalam bermain game.

    Gaming disorder merupakan gangguan mental yang cara penanganannya hampir sama dengan seseorang yang mengalami perilaku adiktif. Dukungan dari kerabat maupun orang-orang terdekat menjadi hal yang penting agar pengobatan yang dilakukan berjalan dengan baik. Menurut beberapa artikel yang saya baca, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gaming disorder, seperti melakukan terapi atau penggunaan obat-obatan.

1) Psychoeducation, dilakukan untuk memberikan edukasi pada pengidap gaming disorder mengenai kebiasaan atau kecanduan terhadap gangguan mental yang akan dialami.

2) Terapi, digunakan untuk membuat pengidap gaming disorder dapat mengontrol keinginan untuk bermain game secara berlebihan. Selain itu, terapi juga dilakukan agar pengidap gaming disorder mengenali diri mereka sendiri dan juga membangun rasa percaya diri yang baik. Selain itu, perawatan ini juga dapat membantu pengidap gaming disorder dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dengan orang lain.

  Selain terapi yang bisa dilakukan, dukungan dari keluarga menjadi salah satu hal yang cukup penting untuk mengatasi gaming disorder. Keluarga harus memberikan support dengan baik dan benar, karena merekalah poin penting dalam proses penyembuhan pengidap gaming disorder. Jika gejala masih terus berlanjut setelah melakukan hal-hal di atas, penderita gaming disorder bisa memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan diagnosis dan juga pengobatan yang tepat.

Di dunia ini ada hal baik dan ada hal buruk. Mengalami hal baik merupakan hal yang sangat kita inginkan. Namun, perlu diingat bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Semua harus seimbang karena kadangkala kita juga butuh hal yang buruk agar kehidupan kita tidak menjadi kehidupan yang monoton. Bermain game online bukan suatu masalah jika tidak dilakukan secara berlebihan. Bermain game online secukupnya malah memberikan dampak yang baik seperti bisa menenangkan pikiran atau mendapatkan teman baru. Oleh karena itu, kita harus bisa me-manage hal tersebut dengan baik.

Comments