Love Yourself

     Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi hampir seluruh masyarakat di dunia. Banyak kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terjadi pada kita. Bencana alam dimana-mana, banyak tokoh-tokoh terkenal di dunia yang meninggal, banyak perubahan pada dunia di berbagai bidang, sampai yang masih saat ini kita hadapi yaitu pandemi virus Covid-19. Seluruh orang di berbagai belahan dunia menghadapi berbagai macam masalah tertentu dan semua itu dapat dengan mudah kita ketahui melalui kemajuan teknologi informasi. Semua orang dapat mendapatkan informasi dengan cepat di zaman yang kita sebut sebagai zaman milenial sekarang ini.

            Perkembangan zaman yang sangat pesat ini tidak hanya memberikan perubahan pada kemajuan teknologi informasi, tetapi juga memberikan perubahan pada masyarakat. Masyarakat mengalami perubahan baik itu perubahan positif maupun perubahan negatif. Perubahan-perubahan yang dialami masyarakat sekarang seperti perubahan pola pikir, perubahan gaya hidup, perubahan kebiasaan, dan masih banyak lagi perubahan terkait sikap masyarakat. Perubahan yang bermacam itu tadi tidak lain salah satunya adalah karena maraknya penggunaan media sosial untuk berinteraksi antar manusia. Semua kalangan dari yang muda sampai tua sudah menggunakan yang namanya media sosial ini, meskipun masih banyak yang menggunakan media sosial secara kurang tepat. Efek dari hal tersebut adalah timbul beberapa masalah seperti individualisme, cyber crime, dan perpecahan pada lapisan masyarakat.

            Hidup manusia tidak lepas dengan adanya persaingan antar satu sama lain. Sifat alami yang dimiliki manusia adalah tidak mau kalah dengan orang lain, tetapi hal ini masih dapat diminimalisir dengan menanamkan rasa lapang dada pada diri kita masing-masing. Persaingan yang dilakukan oleh manusia ini tidak hanya dilakukan di dunia nyata secara langsung, tetapi juga dilakukan melalui dunia virtual yaitu dengan media sosial yang kita bahas tadi. Orang-orang berlomba bersaing di media sosial dan menunjukkan ‘diri’ mereka yang lain disana. Bisa diambil contoh saja ada orang yang posting menunjukkan harta atau kepunyaan mereka dengan dasar ingin pamer di media sosial mereka. Ada yang melihat postingan tersebut dan kemudian melakukan hal yang sama. Hal yang dilakukan dua orang tadi membuktikan bahwa memang manusia ini senang sekali untuk bersaing dan tidak mau kalah dengan orang lain.

            Persaingan akan memberikan efek yang baik jika dilakukan dengan sehat. Namun, dengan adanya persaingan antar manusia ini kadang beberapa orang lupa kalau fokus pada diri sendiri itu lebih baik daripada melihat apa yang dimiliki orang lain. Banyak orang berlomba-lomba, berjuang keras, bahkan mengorbankan diri mereka sendiri agar bisa mengalahkan orang lain disekitar mereka. Persaingan sehat ini merupakan hal yang baik agar manusia dapat meningkatkan kualitas mereka, tetapi hal ini bisa berakibat buruk jika terlalu berlebihan dalam menyikapinya.

            Manusia harus belajar memahami diri mereka sendiri. Mereka harus paham apa yang mereka butuhkan, berapa yang mereka butuhkan, dan bagaimana mereka mendapatkan apa yang dibutuhkan. Ketiga hal tersebut harus kita pahami dengan baik agar apa yang kita lakukan tidak akan menyakiti diri kita sendiri dan tidak terkesan berlebihan dalam mencapai tujuan hidup kita. Kita paham akan apa saja yang harus kita lakukan sesuai dengan kondisi kita, sehingga kita tidak perlu melihat orang lain dan meniru apa yang mereka perbuat. Kita harus paham bahwa standar hidup manusia berbeda satu sama lain dan tidak perlu mengorbankan diri kita untuk mencapai standar yang sama dengan orang lain. Dengan memahami diri kita sendiri, maka hidup kita akan tenang dan tidak ada perasaan gelisah.

            Manusia diberikan kemampuan-kemampuan yang berbeda pada setiap diri mereka. Hal ini terkadang membuat beberapa dari mereka merasa iri dengan orang-orang yang memiliki kemampuan tertentu yang tidak mereka miliki. Mereka seharunya menerima bagaimana diri mereka sendiri dan tidak perlu menjadi orang lain, karena dengan kemampuan yang mereka miliki tersebut, mereka dapat melakukan hal yang hebat apabila diasah dengan baik. Kita harus belajar menerima diri kita sendiri, kita  harus bangga dengan apa yang kita miliki tanpa harus mendengar apa yang dikatakan orang lain. Dengan hal itulah kita tidak akan memaksakan sesuatu dan membuat diri kita tersakiti.

            Bekerja keras memang harus dilakukan oleh setiap manusia untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Namun, manusia tidak boleh lupa untuk menyayangi diri mereka sendiri. Bekerja keras secukupnya, istirahat apabila sedang lelah, dan tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut. Kita tidak harus melakukan semuanya seorang diri, kita butuh orang-orang disekitar kita, orang-orang yang peduli pada kita, dan orang yang menyayangi kita. Dengan adanya orang-orang tersebut semua hal yang kita hadapi akan menjadi lebih mudah dan membuat kita sadar akan mencintai diri sendiri dan orang-orang yang berharga untuk kita. Hidup dengan menyayangi diri sendiri dan hidup dengan orang-orang yang tepat disekitar kita merupakan anugerah sangat besar yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.

            Hidup di zaman milenial ini memang tidaklah mudah. Kita harus berusaha keras agar bisa bertahan hidup disamping menikmati kehidupan kita. Namun, hal yang tidak kita boleh lupa adalah kita harus bisa menerima, memahami, dan juga menyayangi diri kita sendiri agar hidup kita bisa lebih tenang, nyaman, damai, dan tentram.

Comments